Tashrifan Tidak Kalah dengan Algoritma AI
Di serambi pesantren, suara tashrifan hingga hari ini masih terdengar. Santri mengulang fa‘ala, yaf‘ulu, fa‘lan, wamaf’alan, fā‘ilun, maf‘ūlun dengan ritme yang hampir sama dari generasi ke generasi. Ia bukan fosil intelektual yang tersimpan di rak kitab kuning, melainkan tradisi hidup yang terus diamalkan, diwariskan, dan menjadi bagian pengalaman nyantri sehari-hari. Ada sesuatu yang menarik ketika suara itu kita letakkan di tengah zaman kecerdasan buatan. … Read more